Tahapan Menanam Sayuran Organik di Pekarangan Rumah

Menjalani hidup sehat itu sangat bisa dilakukan dari diri sendiri, Agromate. Caranya dengan memanfaatkan lingkungan di sekitar rumah untuk bertani di rumah menanam sayuran atau buah secara organik.

Menjalani hidup sehat itu sangat bisa dilakukan dari diri sendiri. Caranya dengan memanfaatkan lingkungan di sekitar rumah untuk bertanam sayuran atau buah secara organik.
Kenapa harus organik?
Sayur atau buah organik sudah pasti lebih sehat. Pasalnya, sayur atau buah organik tidak menggunakan pupuk atau pestisida kimia. Kalau pun menggunakan pupuk, tentu pupuk tersebut bersifat organik pula.

Pemilihan Jenis TanamanBayam, kangkung, sawi, caisim, pakcoy, tomat, dan cabai adalah beberapa jenis tanaman yang bisa ditanam secara organik. Selain biasa dikonsumsi oleh keluarga, jenis-jenis tanaman tadi relatif paling mudah ditanam dan didapat benihnya.


kalian sudah menentukan jenis sayuran yang akan ditanam? Kini saatnya melakukan penyemaian. 


Terlebih dahulu, persiapkan benih sayuran yang dipilih, wadah semai—bisa berupa tray semai, polybag, karton bekas susu, atau botol bekas air mineral—dan media semai secukupnya. Semua bahan dan peralatan ini bisa Agromate dapatkan di toko pertanian atau secara online.
  • Masukkan media semai ke dalam wadah.
  • Buat garitan atau alur menggunakan sumpit atau jari telunjuk.
  • Letakkan benih di dalam garitan. Beri jarak antarbenih secukupnya untuk memudahkan proses pindah tanam.
  • Tutup kembali garitan dengan tanah tipis hingga merata. Lapisi permukaan persemaian menggunakan tisu.
  • Semprot tisu menggunakan sprayer hingga lembap. Simpan persemaian di tempat yang ternaungi.
Pada tahap ini, kalian perlu menyiapkan media tanam dan wadah sebelum memindahkan tanaman. Media tanam yang digunakan biasanya campuran tanah, kompos atau pupuk kandang, dan pasir atau sekam bakar dengan perbandingan 1 : 1 : 1.

  1. Letakkan kerikil, styrofoam, atau pecahan bata merah di dasar wadah tanam.
  2. Masukkan media tanam ke dalam wadah hingga terisi tiga perempat wadah.
  3. Buat lubang tanam di tengah wadah sedalam 10 cm.
  4. Keluarkan bibit dari wadah semai secara hati-hati. Usahakan media semai tidak pecah dan perakaran tidak putus.
  5. Masukkan bibit ke lubang tanam di wadah tanam, lalu timbun dengan media tanam.
  6. Siram media tanam hingga terasa lembap. Letakkan wadah tanam tersebut di tempat yang terkena sinar matahari langsung.
Saat memanen adalah saat yang ditunggu-tunggu. Agar tanaman tidak rusak, pastikan kalian memanennya secara tepat. Biasanya, pemanenan sayuran daun relatif cukup mudah, yakni langsung cabut hingga ke akarnya. Sementara itu, untuk sayuran buah cukup petik buah yang dihasilkan.

Penyemaian
Sebelum menyemai, pastikan benih sayuran yang akan ditanam tidak kadaluarsa. Sementara itu, media semai yang digunakan bisa berupa campuran tanah, pasir, dan kompos dengan perbandingan 1 : 1 : 1.
Nah, berikut adalah tahapan penyemaian yang bisa dilakukan.
Setelah hari ke-4 atau ke-5, kamu bisa membuka tisu penutup persemaian. Jika benih sudah berkecambah, pindahkan ke tempat yang terkena sinar matahari langsung, tetapi tetap ternaungi.
Jangan lupa untuk selalu menyemprotkan air secukupnya agar kondisi media semai selalu lembap. Jika sudah memiliki 4—6 helai daun, kalian bisa segera memindahkan bibit tanaman ke wadah yang lebih besar atau langsung ke tanah di halaman rumah.
Pindah Tanam dan Pemeliharaan
Sedangkan wadah tanam bisa berupa apa saja. Yang terpenting, pastikan jenis wadah yang digunakan sesuai dengan jenis tanaman yang akan ditanam. Jika menanam sayuran daun, bisa menggunakan wadah yang dangkal, seperti botol bekas air mineral atau panci bekas. Sementara itu, jika menanam sayuran buah, sebaiknya menggunakan wadah yang dalam, seperti ember, baskom, pot, atau polybag ukuran 30.
Setelah semua siap, berikut cara pindah tanam yang sebaiknya dilakukan.
Untuk perawatan harian, kamu bisa melakukan penyiraman 1—2 kali sehari untuk menjaga kelembapan media tanam. Cabut gulma yang tumbuh di media tanam dan lakukan pemupukan susulan menggunakan kompos atau pupuk kandang. Pupuk susulan bisa langsung ditaburkan di media tanam.
Waktunya Memanen
Mudah ‘kan? Tertarik untuk mencoba belajar bertani? Yuk, kita mulai menanam sayuran dan buah dari pekarangan rumah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menggunakan Pipa PVC untuk berkebun Sayur Hidroponik

Bertani Sampingan Paling Cocok Dengan Modal Kecil Tapi Menjanjikan

Konsep Urban Farming menjadi bisnis alternatif pertanian